Apa Itu TongkatMusa Grup ?

    Sebenernya nama ini saya buat untuk tim penjualan di jaringan saya. Semua Agen, Sub  Agen dan Reseller ratusan brand yang ikut jualan sama saya artinya mereka jadi bagian dari tim TongkatMusa Grup.

    Banyak nama yang muncul di fikiran saya ketika itu seperti Aminah, Fatimah, Maryam, atau Khadijah Grup. Karena memang mayoritas tim saya adalah perempuan, maka nama tersebut semoga bisa jadi doa biar kami semua bisa menjadi seperti wanita-wanita mulia itu.

    Tapi setelah saya cek, ternyata nama tersebut udah banyak yang pakai. Lagipula, nanti gak enak kalo ada laki-laki yang juga ikut gabung. (Nah kebetulan emang ada juga beberapa tim saya yang laki-laki)
Kan ga lucu kalo namanya Khadijah grup tapi penghuninya laki-laki. Eh.

    Percayalah, menentukan nama grup ini gak mudah loh. Saya sampai 'mumet' saat itu. Mentok banget. Nanya ke suami juga gak punya saran apa-apa.

    Akhirnya saya sholat istikharah. Nanya sama manusia udah ga dapat jawaban, maka langsung nanya aja sama Alloh.

    Setelah sholat, saya buka Al-Qur'an secara acak dan baca di halaman yang terpilih. Setelah itu baca terjemahan di halaman itu.

    Halaman yang saya baca itu tepat di bagian yang menceritakan kisah Nabi Musa saat memohon pertolongan sama Alloh dan disuruh memukulkan tongkatnya. Maka hadirlah pertolongan untuk Nabi Musa.

    Well, saya langsung ingat satu bab di buku "Melawan Kemustahilan" tentang Tongkat Nabi Musa ini.

    Kisah dimana Nabi Musa dan umatnya dikejar oleh Fir'aun dan pasukannya hingga sampai di laut merah. Ketika jalan udah buntu, dan sebentar lagi akan tertangkap, Nabi Musa memohon pertolongan sama Alloh.

Firman Alloh, "Pukulkan tongkamu!"

    Tanpa banyak tanya, Musa patuhi perintah Alloh itu dan laut pun terbelah. Musa dan pengikutnya bisa menyebrangi lautan. Ketika sampai di sebrang lautan, Fir'aun dan pengikutnya masih mengejar sampai di tengah laut, kemudian Alloh satukan lagi lautnya, maka Fir'aun dan pasukannya hanyut terbawa gulungan air laut dan tenggelam.

    Cerita itu pasti udah familiar di telinga kita. Salah satu hikmah yang bisa kita ambil dari kisah itu adalah, kita harus yakin sementok apapun ikhtiar kita, pertolongan Allah itu sangat dekat.

    Kadang-kadang kita sibuk mencari solusi atau pertolongan tapi tak kunjung datang. Namun, saat kita pasrah sama Alloh, Alloh kasih pertolongan melalui sesuatu yang sangat dekat.

    Dalam hal menjemput rezeki misalnya. Kita kadang-kadang disibukkan dengan memikirkan sebuah pekerjaan atau usaha dengan modal yang besar.


    Namun karena susah untuk diraih, misalnya pekerjaan nggak juga dapat karena banyak pertimbangan, atau usaha juga nggak mulai-mulai karena terkendala modal, akhirnya menganggap menghasilkan uang itu susah.

    Padahal sebenarnya pertolongan Allah untuk kita jemput rezeki itu bisa jadi sangat dekat dengan apa yang saat ini kita miliki.

    Nggak perlu modal yang besar.
Punya handphone, punya paket data, bisa akses internet itu juga merupakan modal yang besar.


   Bisa jualan tanpa harus punya produk sendiri. Tanpa sibuk packing dan kirim orderan. Itu semua bisa dilakukan hanya dari handphone dan di rumah saja.

    Yap. Itulah yang tim TongkatMusa grup lakukan. Menjadi dropshiper ratusan brand yang produknya udah terbukti laris. Semua yang gabung di TM Grup ini gak pakai modal, biaya pendaftaran dan gak perlu stok produk. Tinggal ngiklan aja dan dapat komisi dari tiap penjualan produknya.
Jadi kalo udah daftar reseller tapi gak ada penjualan ya nggak bakal rugi.

    Kembali lagi soal nama TongkatMusa grup tadi. Di buku "Melawan Kemustahilan", Tongkat Nabi Musa itu jadi wasilah pertolongan Alloh.

    Iya, hanya wasilah atau perantara. Yang menolong jelas Alloh, tapi wasilah tongkat yang dibawa Nabi Musa.
Kalo Alloh mau, Alloh tentu bisa dan sangat mudah untuk membelah laut tanpa memerintah Nabi Musa memukulkan tongkatnya. Tapi Alloh gak lakukan itu. Kenapakah?

    Karena pelajarannya adalah, "untuk menjemput pertolongan Alloh harus ada doa dan ikhtiar yang manusia lakukan."

    Nabi Musa berdoa memohon pertolongan Alloh, kemudian ikhtiarnya adalah memukulkan tongkat seperti yang Alloh perintahkan. Barulah pertolongan Alloh itu hadir.

    Begitu juga yang harusnya kita lakukan saat memohon pertolongan sama Allah dalam apapun termasuk soal rezeki.

    Nggak cukup hanya dengan berdoa dan beribadah sepanjang hari, terus berharap Alloh kasih rezeki berlimpah. Kalaupun ada yang bisa seperti itu, pasti hanya orang-orang pilihan saja. Bagi orang 'biasa', berdoa saja nggak cukup. Harus ada ikhtiar yang dilakukan sebagai wasilah menjemput rezeki.

    Memang yang kasih rezeki itu Allah, tapi Allah akan memberikannya melalui perantara. Bisa karena perantara pekerjaan, jualan atau usaha dan sebagainya.

    Rezeki dalam bentuk uang itu gak mungkin ujug-ujug jatuh dari langit setelah kita menengadahkan tangan dan berdoa. Karena emang Sunnatullahnya begitu.

    Nah, ceritanya, saat itu saya udah resign kerja karena gak kuat ninggalin anak tiap hari. Pengen sepenuhnya ada buat anak tiap hari. Namun, saat itu saya gak punya penghasilan sedikitpun sementara saya ngerasa perlu punya tambahan penghasilan.

    Saat itulah saya mulai coba-coba jualan online. Hanya jualan buku saat itu. Wasilah jualan buku, Alhamdulillah saya mulai dapat ilmu-ilmu tentang jualan online hingga mempertemukan saya dengan buku Mantra Covert Selling.

    Saat itu saya belum jualan buku itu. Malah gak tau sebelumnya kalo ada buku berjudul Mantra Covert Selling (wkwk)
Tau-tau karena ada salah satu temen yang chat di WA,

"Mba, buku Mantra Covert Selling harganya berapa ?"

    Karena saya anggap itu sebuah peluang, jadi saya cari tau tentang buku itu dan sebisa mungkin saya harus jadi resellernya.
Alhamdulillah gak begitu sulit karena saya memang punya temen yang juga jualan buku itu.

    Singkat cerita, saya hubungi beliau, kemudian beliau langsung arahkan saya untuk jadi mitra pusat karena beliau mau off dulu jualan buku.

    Akibat kenal buku mantra Covert Selling itu, akhirnya saya kenal beberapa orang yang jualan ratusan brand dan berhasil ngomset sampai milyaran.

    Mulailah saya kepo-kepo. Sebenernya dari awal jualan online, saya justru menutup mata dan telinga dari jualan produk fashion. Karena setau saya, jualan produk fashion itu ribet. Variasi produk banyak, ganti-ganti model terus, dan resiko dapat komplain tentu lebih besar daripada jual buku. Customer produk buku sama fashion juga jelas banget perbedaan karakternya.

    Tapi, setelah lihat realita banyak orang yang berhasil ngomset sampai milyaran dengan jual ratusan brand itu, saya mulai tertarik dan penasaran.

    Singkat cerita, saya mulai coba nambah jualan baju anak. Respon temen-temen di kontak WA saya ternyata bagus. Hingga saya berhasil punya tim lebih dari 30 orang dalam waktu kurang dari seminggu.

    Seiring berjalannya waktu, saya makin menambah produk jualan hingga capai 150+ brand yang emang terbukti laris dan selalu ada penjualan. Dari situlah saya paham bahwa jualan online ini bisa diibaratkan jadi TongkatMusa untuk saya. Karena pertolongan Alloh berupa rezeki uang ini datang lewat perantara jualan online.

    Nah, doa saya semoga wasilah jualan bareng TongkatMusa Grup ini juga menjadi TongkatMusa (perantara pertolongan Alloh) buat semua anggotanya baik tim agen, sub agen, reseller maupun tim internal seperti admin, owner, dan semuanya yang terlibat dengan TongkatMusa grup. Amiiin

    Jadi, begitulah sejarah nama TongkatMusa Grup terbentuk.

    Terimakasih sudah menyimak cerita receh ini. Hehe.
Sampai jumpa lagi di cerita-cerita selanjutnya 😊

Comments

Popular posts from this blog

TIPS MEMULAI JUALAN ONLINE