TIPS MEMULAI JUALAN ONLINE
Kebingungan saat mulai jualan online itu dihadapi mayoritas orang. Apalagi orang yang memang belum pernah kenal jualan online sama sekali. Boro-boro jualan online, beli online aja belum pernah.
Iya, itu wajar. Kabar baiknya, semua orang punya kesempatan yang sama untuk mahir atau minimal bisa jualan online. Karena emang ini ilmu yang bisa dipelajari dan dicontek polanya.
Nah, kalau saat ini kamu pengen jualan online tapi bingung mulainya gimana, semoga tips-tips yang akan saya ceritakan ini bermanfaat dan bisa bantu kamu ya.
1. Tentukan Produk yang Mau Dijual
Ini langkah pertama banget. Kamu harus tentukan produk apa yang mau dijual. Jangan jual terlalu banyak produk dulu, karena ini nanti berkaitan sama tips berikutnya.
Jangan serakah jual semua produk sedangkan pengetahuan kamu tentang produk itu belum bagus. Yang ada kamu hanya akan ngiklan tanpa tau apa value produk yang kamu iklankan.
Khawatirnya, hal itu justru bikin kamu susah closing atau dapat orderan. Penyebabnya karena posting iklan brutal tapi tanpa diimbangi product knowledge yang bagus.
2. Cari Supplier yang Amanah dan Sistemnya Mudah
Nyari supplier di jaman sekarang ini mudah banget, tinggal searching di internet aja langsung bisa dapat. Tapi, sayangnya, penipu juga mudah beraksi di era digital ini.
Pernah salah satu teman saya cerita, katanya dia dimasukkan ke grup WA jualan. Disana harga produknya murah-murah banget, jadi cocok buat dijual lagi katanya. Tergiur dengan harga produk yang murah itu, teman saya kemudian orderan sekian ratus ribu. Rencananya mau dia jual lagi di rumah.
Singkat cerita, kontak WA dia langsung diblokir sama si supplier dan barang tidak dikirim.
Bagaimana membedakan supplier amanah dengan penipu ?
- Kalo harga murah dan gak masuk akal, kemungkinan besar dia penipu (meski mungkin gak semuanya begitu), tapi sebagai calon penjual, kita harus jeli dan paham harga serta kualitas produknya.
- Pembeli amanah biasanya gak asal masukkan orang ke grupnya. Jadi, kalo ada orang asal masukkan dirimu ke grup WA yang dia punya, sebaiknya jangan langsung percaya.
- Cari tau story dan semua akun sosmed si supplier. Biasanya ada testimoni dan branding dari supplier kalo dia amanah. Dia gak hanya posting iklan dan testimoni tapi juga cerita kehidupannya sehari-hari. Itu menandakan dia orang beneran.
Tentu kita akan lebih nyaman kalo transaksi sama orang beneran kan ? Hehe
Itu sedikit contoh cara membedakannya. Boleh ditambahkan sendiri ya. Semoga saja kita gak dipertemukan sama supplier yang gak amanah. Aamiin.
Selain harus amanah, saya sangat sarankan kamu untuk cari supplier yang punya sistem memudahkan.
Tanpa modal. Nggak ada target dan nggak ada minimal belanja.
Sekarang banyak banget kok distributor dan agen yang menerapkan sistem seperti itu. Seperti yang saya lakukan di https://wa.me/6282339824158
Semua reseller yang gabung reseller gak dikenakan biaya pendaftaran, gak ada target, gak ada minimal belanja dan gak ada turun diskon (kecuali memang aturan dari pusat)
Jadi, reseller tinggal ngiklan aja. Kalau gak ada orderan, ya gak rugi. Cuma modal hp sama paket data aja. Dua modal itu kalaupun gak jualan online juga tetep harus pake kan ?
Nah, jadi emang gak ada ruginya dan minim resiko banget.
3. Pelajari Product Knowledge
Setelah menentukan produk dan dapat Supplier, kamu wajib mempelajari produk yang akan kamu jual seperti
- Harga produknya berapa
- Spesifikasinya gimana
- Kelebihan produknya apa
- Dikirim dari mana
- Pakai ekspedisi apa aja
- Laba yang kamu dapat berapa
Dan lain sebagainya. Kamu gak boleh males baca di bagian ini. Spesifikasi produknya harus kamu kuasai. Jadi saat ngiklan, kamu bisa jelaskan kenapa orang harus membeli produkmu.
4. Membidik Market
Setelah tau produk dan keunggulannya, kamu harus cari tau market yang pas buat produkmu.
- Siapakah orang yang akan membeli produkmu ?
- Dimana kamu bisa menemukan mereka ?
- Bagaimana caranya orang-orang itu bisa mengenalmu ?
- Bagaimana caranya mereka biar beli produkmu ?
Nah, silakan jawab pertanyaan-pertanyaan di atas.
Contoh kasus :
Saya mau menjual produk baju anak premium. Maka jawaban saya adalah begini :
- Siapakah orang yang akan membeli produkmu ?
Ibu-ibu yang memiliki anak kecil
- Dimana kamu bisa menemukan mereka ? Di WA saya ada kontak ibu-ibu yang punya anak kecil, tapi sepertinya hanya sedikit yang suka produk premium. Kebanyakan mereka pasti menganggap produk premium itu mahal. Maka saya harus jual ke orang lain yang memang suka produk premium.
Biasanya orang-orang yang suka produk premium ini sering berkumpul di grup FB seperti,
*Baju anak branded
*Baju anak premium
*Grup parenting
*Grup menggendong
*Akun-akun brand baju anak premium
- Bagaimana caranya orang-orang itu bisa mengenalmu ?
Saya add akun mereka di Facebook dan saya bangun branding juga interaksi dengan mereka.
- Bagaimana caranya mereka biar beli produkmu ?
Saya akan iklankan produknya di akun saya dengan iklan yang covert dan bikin mereka penasaran sehingga merasa perlu dan butuh untuk beli produknya.
Saat mereka penasaran, akan saya arahkan ke WA. Jadi kontak WA saya akan bertambah. Mereka juga terbukti jadi market karena suka dengan produk yang saya jual.
Itulah contoh kasus dan jawabannya versi saya. Dan begitulah pola para mastah jualan online yang saya pelajari.
Itu versi simpelnya. Lebih lengkap insya Allah akan saya bahas di artikel berikutnya.
5. Ngiklan
Ini biasanya yang berat dilakukan sama orang yang baru mulai jualan online. Apalagi kalau udah ngiklan tapi tetep gak ada orderan. Iya nggak ? Hehe
Padahal iklan adalah tombaknya penjualan. Kalo nggak ada iklan, gak akan ada penjualan. Bagaimana orang akan tau kalo kita jualan sementara kita gak pernah ngiklan ?
Seperti yang kita tahu, semua produk yang terkenal pun di dunia ini pasti menggunakan iklan untuk menunjang penjualannya. Indomie yang udah terkenal sampai saat ini juga masih pakai iklan, kan?
Nah, apalah kita yang jualan aja belum laku tapi udah males ngiklan ? Hehe
Jadi gini, ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah iklan. Insya Allah nanti bagian iklan ini akan saya bahas lebih lengkap di artikel lain.
Saya saat ini lebih nyaman pakai iklan covert selling. Karena selain udah terbukti powerfull, iklan ini gak mengganggu orang lain tapi justru bikin mereka penasaran.
Tentu saja covert selling ini gak akan saya bahas di artikel ini, karena bahasannya sangat panjang. Insya Allah di artikel lain ya, stay tune 😉
Setelah 4 poin sebelumnya udah siap, temen-temen wajib melakukan iklan. Kalau udah ngiklan tapi gak juga closing, maka harus dievaluasi. Bukan malah menyerah ya.
Karena ngiklan juga ada ilmunya. Selain iklan yang bagus, market juga harus pas.
Kalau kita udah bikin iklan yang bagus untuk produk anak premium, tapi yang baca iklan kita itu hanya orang-orang yang suka produk murah tanpa peduli kualitas, kira-kira bakal laris nggak jualannya ?
Atau udah buat iklan bagus, tapi ternyata gak ada yang lihat iklan kita. Gimana ?
Nah, poin yang nomor 6 ini jadi sangat penting. Apakah itu ?
6. Belajar
Yap, apapun profesinya, kuncinya adalah jangan malas belajar. Karena apapun pekerjaannya, kalo kamu nggak mau belajar dan nggak punya ilmunya, maka nggak akan berhasil.
Tukang jahit aja harus kursus dulu buat jadi "tukang jahit". Kalau nggak belajar sama orang lain, maka dia akan belajar sendiri atau lewat media. Nggak ada yang ujug-ujug "Mak bedunduk" langsung jadi mastah dan ahli dalam suatu bidang.
Penjual pun sama. Tetep perlu ilmu untuk jadi mastah.
Belajarnya dimana ?
Bisa cari tau di internet.
Bisa baca buku.
Atau ikut kelas baik online maupun offline.
Kabar baiknya, kamu yang baca artikel ini artinya punya minat dan niat kuat untuk belajar biar bisa jualan online.
Selamat ya, itu awal yang bagus.
Pertahankan niat dan semangat belajarnya. Semoga Alloh mudahkan semua ikhtiarmu. Nggak usah menyesal kalau ikhtiarmu belum membuahkan hasil. Karena hasil itu wilayahnya Alloh. Wilayah kamu hanya ikhtiar. Dan nggak akan pernah ada ikhtiar kamu yang sia-sia menurut-NYA kok.
Sekian dulu artikel kali ini ya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil.
Sampai jumpa di artikel selanjutnya. See you 😉
Comments
Post a Comment